Judul, Hubungan Penggunaan KB IUD Dengan Erosi Porsio di Poli KB dan Kandungan RSUP NTB Tahun Edisi. No. Panggil, Jurnal Kesehatan . · Kerajaan Islam Sumatra · Penyuluhan Penyakit Menular Seksual · Hak Warga Negara Dalam Proses Demokrasi · KATARAK. Erosi porsio atau disebut juga dengan erosi serviks adalah hilangnya total area serviks, erosi sedang meliputi 1//3 total area serviks dan erosi berat.

Author: Daigal Gurr
Country: Guyana
Language: English (Spanish)
Genre: Sex
Published (Last): 19 June 2009
Pages: 471
PDF File Size: 11.71 Mb
ePub File Size: 3.51 Mb
ISBN: 370-4-32498-688-5
Downloads: 13834
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Bajar

Thank you for interesting in poorsio services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends.

Arlyn Dian Yuni Category: Dengan meningkatnya penggunaan teknik-teknik modern reimplatasi tuba, terapi farmakologis yang dapat menginduksi perkembangan folikel dan ovulasi serta fertilisasi in vitro, peran pencitraan diagnostik dalam diagnosis dan manajemen pasien dengan infertilitas telah menjadi semakin penting. Histerosalpingografi adalah modalitas pencitraan sebagai pilihan untuk menyingkirkan kelainan anatomi yang menyebabkan ketidaksuburan.

Prinsip pemeriksaannya dengan penyuntikan media kontras yang akan melimpah ke dalam cavum peritonium kalau tubanya paten, dan penilaiannya dilakukan secara radiografik. Kebolehan histerosalpingografi memang tidak dapat disangkal, tetapi hanya dapat dilakukan di rumah sakit. Meskipun pada awalnya dilakukan sebagai prosedur diagnostik, HSG juga mungkin memiliki khasiat terapeutik. Tidak jarang, wanita yang baru menjalani histerosalpingografi HSG menjadi hamil. Khasiat terapeutik ini, kalau memang ada dapat diterangkan karena pemeriksaannya dapat membilas sumbatan-sumbatan intratuba yang ringan, melepaskan adhesi atau perlengketan peritubal, stimulasi dari mukosa silia atau media kontras yodium yang berkhasiat bakteriostatik sehingga memperbaiki kualitas lendir serviks.

Namun pemakaian kontras larut dalam minyak seperti lipiodol ultrafluid dapat menyebabkan kehamilan lebih banyak dibandingkan dengan pemakaian kontras yang cair. Apabila masih ada perdarahan, dengan sendirinya HSG tak boleh dilakukan karena ada kemungkinan masuknya kontras ke dalam pembuluh darah balik. Karena rahim dan saluran tuba terpancing bersama-sama, pewarna akan mengalir ke dalam saluran tuba. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 77,5 cm, lebar di atas 5,25 cm, tebal 2,5 cm, dan tebal dinding 1,25 cm.

Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio. Uterus terdiri atas 1 fundus uteri; 2 korpus uteri; dan 3 serviks uteri. Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal; disitu kedua tuba falloppii masuk ke uterus. Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar, rongga yang terdapat di korpus uteri disebut kavum uteri. Serviks uteri terdiri atas: Secara histologik uterus terdiri atas dari dalam keluar: Uterus ini sebenarnya terapung—apung dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamenta yang menyokongnya, sehingga terfiksasi dengan baik.

Ligamenta yang memfiksasi uterus adalah: Posisi uterus Tuba Fallopii Merupakan saluran membranosa yang mempunyai panjang kira-kira 10 — 12 cm. Tuba falloppii terdiri atas: Otot di dinding tuba terdiri atas dari luar dan dalam otot longitudinal dan otot sirkulel.

Lebih ke dalam lagi didapatkan selaput yang berlipat-lipat dengan sel-sel yang bersekresi dan bersilia yang khas, berfungsi menyalurkan telur ke arah kavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut. Ovarium Wanita pada umumnya mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri, terletak dalam fosa ovarika yang dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar 1,5 — 3 cm dan tebal kira-kira 1,5 cm.

  BELLASCOTIA SECRETS AND LIES PDF

Sistem vaskularisasi Uterus mendapat perdarahan dari arteri uterina yang merupakan cabang terbesar dari arteri iliaka interna, berjalan di dalam jaringan ikat subperitoneal menyilang ureter dan menuju basis ligamentum latum kemudian menuju ke uterus setinggi serviks dan bercabang jadi arteri vaginalis menuju vagina. Tuba uterina mendapat perdarahan dari r. Memberi cabang ke sekitar tuba dan membentuk arcade. Ovarium mendapat perdarahan dari arteri ovarika yang merupakan cabang dari aorta dan berjalan di atas m.

Ovarium juga mendapat perdarahan dari cabang arteri uterina. Vena berjalan sesuai dengan jalannya arteri. Bila tuba fallopii paten, makan kontras akan keluar ke rongga abdomen spill. Disebut juga urerosalpingografi, uterotubografi, hysterotubografi, metrosalpingografi, dan metrotubografi.

Pemeriksaan ini dilakukan tanpa pembiusan, karena diperlukan keadaan sadar agar pasien dapat secara efektif ikut mengubah beberapa posisi sewaktu difoto. Perjalanan cairan kontras tersebut akan difoto dengan sinar-X sehingga bila ada kelainan anatomik akan terlihat dari hasil pencitraan foto Roentgen.

Kajian masalah sterilitas 2. Investigasi perdarahan uterus, misalnya yang disebabkan oleh mioma uteri, polip endometrium, adenomatorus, dan lain-lain 3. Melihat patensi tuba Pada tuba yang paten akan terjadi pelimpahan kontras dari tuba ke dalam rongga peritoneum.

Anomali sistem Mullerian 7. Untuk indikasi ini, sebaiknya dibuat dahulu foto polos abdomen untuk melihat apakah IUD masih didalam abdomen. Jika IUD berada jauh dari lokasi uterus, misalnya di abdomen bagian atas, maka dengan sendirinya HSG tidak perlu dikerjakan lagi 9. HSG kadang-kadang dilakukan sesudah section caesaria untuk melihat parut-parut pada serviks posrio uterus Tumor maligna kavum uteri kadang-kadang juga perlu diperiksa dengan HSG untuk melihat lokasi, ekstensi, dan bentuk tumor II.

Media larut minyak lipiodol, ultrafluid Kelebihan: Karena kontras lebih pekat, tampilan radiografi yang lebih khas, efek terapeutiknya lebih besar. Resorbsi kembali berlangsung lama, granuloma akibat retensi kontras, emboli.

Sifatnya encer, opasitas pkrsio, cepat diserap dalam 60 menitmudah masuk ke tuba, pelimpahan kontras ke kavum peritoneum cepat.

Histerosalpingografi ‘Hsg’ Munthee Refrat – Free Download PDF

Efek samping berupa mulas, nyeri, pre-shock. Setelah hari ke 10 juga dapat dilakukan apabila tidak ada pembuahan atau tidak ada hubungan seksual, namun bila mendekati pada hari haid yang dikhawatirkan adalah terjadinya intravasasi kontras ke dalam endometrium. Diperhatikan apakah ada infeksi pelvis kronis dan penyakit menular seksual pada saat pemeriksaan. Pasien memakai gaun khusus saat pemeriksaan.

Pemeriksaan ini sering kali dilakukan dengan film ukuran 18 x 24 cm atau 24 x 30 cm untuk meliputi daerah vesika dan uterus dalam pelvis. Jika ada indikasi, maka ada kalanya perlu dibuat foto seluruh abdomen termasuk lengkung diafragma kanan dan kiri, biasanya cukup dengan film ukuran 30 x 40 cm.

Pada infertilitas kadang-kadang diperlukan juga membuat radiogram paru, karena infertilitas mungkin merupakan akibat penyakit tuberculosis paru yang masih aktif.

Intensifikasi bayangan harus dijaga kualitasnya sebaik porwio. Begitu juga dengan tangan yang memberikan injeksi contrast pada saat fluoroskopi harus dilindungi. Perlindungan dibuat dari lembaran timah karet yang tebal diletakkan dibawah kaki pasien dengan batas bagian atas tepat dibawah simfisis pubis.

Sorotan sinar-X harus disejajarkan agar tangan ginekologis tidak teradiasi. Peralatan 4, 7 Peralatan radiologi yang digunakan meliputi: Untuk melihat gambaran pada proses pemeriksaan, gambaran sinar-x di ubah menjadi gambaran video, disaat yang bersamaan radiographer mengambil gambar yang dicetak pada film.

ASKEP KANKER SERVIKS PDF

Alat-alat lain yang diperlukan adalah klem, spekulum vagina spekulum simskateter, kanula, sonde uterus, sarung tangan, lampu dan lain-lain sesuai kebutuhan. Kini, alat yang dianggap terbaik untuk menyuntikkan media kontras ialah kateter pediatrik Foley nomor 8, untuk menghindarkan perlukaan dan perdarahan serviks, menghindari perforasi uterus, megurangi rasa nyeri, dan karena mudah mengatur sikap pasien.

  DEUTSCH FDBA PDF

Alat yang dipilih untuk HSG ini ideal memenuhi beberapa kriteria yaitu mudah eerosi, memberikan gambaran anatomi uterus dan tuba dengan baik, mencegah reosi kembali ke vagina, terhindar dari trauma serviks dan uterus, dan bila perlu posisi pasien dapat diubah sesuai kebutuhan. Jangan lupa mempersiapkan obat-obatan emergensi.

Menurut Sutton pemeriksaan ini lebih memuaskan apabila dikerjakan dibawah anestesi umum, baik bagi pasien maupun untuk kepentingan diagnosa yang akurat. Tetapi beberapa kepustakaan menyebutkan bahwa tidak diperlukan sedatif maupun anestesi untuk mengerjakan HSG ini. Teknik yang dilakukan saat pemeriksaan meliputi: Peralatan diletakkan pada posisi yang mudah dijangkau dan penerangan harus cukup.

Kemudian pasien dibaringkan dalam posisi litotomi, dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik. Dipasang spekulum, portio dijepit. Kemudian kateter dimasukkan ke dalam kavum uteri dengan bantuan klem dan balon dikembangkan sehingga kateter terfiksir pada tempatnya dengan menyuntikkan 2 ml air. Setelah spekulum vagina dilepaskan, media kontras disuntikkan ke dalam kavum uteri sedikit demi sedikit 3- 20 cc melalui kanula, dengan atau tanpa pengawasan fluoroskopi.

Umumnya untuk prosedur HSG ini diperlukan cc kontras. Pada uterus yang abnormal jumlah kontras yang dipakai bisa lebih banyak, misalnya pada hidrosalping, bisa memakai kontras 10 cc atau lebih. Sedangkan uterus nullipara jumlah kontras hanya cc. Yang paling baik adalah bahwa kanula terisi semua dengan bahan kontras, sehingga tidak ada gelembung udara.

Ketidaktauan akan gambaran gelembung udara pada pemeriksaan ini kebingungan dalam penafsiran. Jika menggunakan fluoroskopi, setiap penyuntikan cairan kontras ke dalam kavum uteri dapat diikuti dengan seksama lewat layar televisi, sehingga pemotretannya tidak membuta. Dengan teknik ini biasanya tidak lebih dari 3 potret yang dibuat, yaitu 1 potret pendahuluan; 2 potret yang menggambarkan pelimpahan kontras ke dalam rongga perut; dan 3 potret 24 jam porxio, kalau tubanya paten dan memakai kontras larut minyak, untuk memeriksa penyebaran di dalam kavum peritonei.

Biasanya, dalam 3 jam media kontras telah diserap kembali dan dapat ditemukan dalam kandung kemih. Hal ini penting, untuk menyatakan apakah ada atau tidaknya kontras yang tersisa di dalam rongga pelvis, yang mungkin terjadi disertai dengan hidrosalping. Ukuran canalis cervicis 2,5 cm atau kira-kira sepertiga panjang uterus.

Bentuknya lonjong, Ismus antara kavum uteri dan kanalis servisis lebih sempit 2. Apeks kornu langsung berlanjut pada ismus tuba falloppii. Ismus tuba ini panjangnya variable, Nampak seperti garis potlot pada radiogram dan jalannya bergelombang. Ismus tuba kemudian melebar menjadi ampula tuba 5. Kelainan kongenital uterus 1, 10,11,12 Berbagai tingkat kegagalan fusi duktus porsip yang mengarah pada kelainan bawaan dari uterus. Uterus, tuba falloppii dan proksimal vagina berkembang dari sepasang duktus mulleri, ketidaksempurnaan dalam perkembangkan menyebabkan kelainan bentuk-bentuk uterus, kelainan dapat berupa: Dalam hal ini vagina dan serviks bentuknya normal.

Egosi duktus Mulleri kontralateral yang sehat berkembang dengan sempurna, diperkirakan tidak akan mengganggu proses kehamilan. Namun beberapa komplikasi kehamilan dapat terjadi, seperti malposisi janin, retardasi pertumbuhan intrauterin, abortus spontaneous, dan bayi lahir prematur.

Pada HSG, setelah pemasukan materi kontras, kavum endometrium memperlihatkan lonjong pada apexnya dan saluran menuju falloppii yang tunggal. Dibedakan atas 2 jenis:

Last modified: August 1, 2020