AKTIVITAS ANTIBAKTERI TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP Enterococcus faecalis SECARA IN VITRO. ABSTRAK Penelitian “Pengaruh Pemberian Pakan Cacing Tanah Lumbricus rubellus Terhadap Warna pada Ikan Guppy Poecilia reticulata”. Research has been conducted in order to determine the growth of the earthworm (Lumbricus rubellus) with artificial food and utilization of research results to.

Author: JoJomi Kikazahn
Country: Switzerland
Language: English (Spanish)
Genre: Spiritual
Published (Last): 14 April 2011
Pages: 52
PDF File Size: 8.9 Mb
ePub File Size: 6.52 Mb
ISBN: 478-7-72534-435-5
Downloads: 30414
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Nalmaran

Budidaya Cacing — Cacing tanah merupakan salah satu makhluk hidup yang hidup di tahan dan banyak memberikan manfaat bagi tatanan kehidupan manusia.

Multimanfaat cacing tanah antara lain adalah dapat menyuburkan lahan pertanian, memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah, meningkatkan daya serap air permukaan, meningkatkan manfaat limbah bahan organik, bahan makanan ikan hias dan ikan kolam serta pakan ternak. Bagi lhmbricus mancing mania biasanya rubdllus untuk umpan memancing ikan dan tidak kalah menariknya cacing tanah dicari untuk bahan industri obat serta industri kosmetika.

Potensi multimanfaat cacing tanah ini semakin lama semakin meningkat baik ke arah komersial dan finansial, sebagai salah satu cabang usaha yang menguntungkan. Oleh karena itu cacing tanah layak dibudidayakan secara intensif dengan orientasi agribisnis.

Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulan belakang invertebrata. Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di Jawa Barat khususnya Bandung, Sumedang dan sekitarnya. Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Beberapa jenis cacing tanah yang kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan. Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar dan klitelum yang terletak pada segmen Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.

Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai segmen. Klitelumnya terletak pada segmen Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.

Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius. Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan lhmbricus nutrisi oleh tanaman menjadi baik.

  HOW TO SEDUCE A SCOUNDREL VICKY DREILING PDF

Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat tznah sebagai:. Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.

Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.

Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m.

Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding bangunan terbuka. Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.

Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung. Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar.

Namun bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan. Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit.

Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan.

Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media wadah.

Cara Budidaya Cacing Tanah yang Baik dan Benar Lengkap

Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening tidak berwarna hitam atau cokelat tua.

Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan ekor, rata-rata 4 ekor.

  EL ANILLO DE MOEBIUS CORTAZAR PDF

Diperkirakan ekor cacing dapat menghasilkan Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur bulan yang ditandai dengan adanya gelang klitelum pada tubuh bagian depan.

manfaat cacing tanah lumbricus rubellus | Gerak Maju Pertanian | Pinterest | How to make and Tips

Selama hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon. Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg.

Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang rubeolus dipakai sebagai media. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru.

Rata-rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu. Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali.

Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak.

Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan tanab tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan dirambang diberi air cukup. Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting utama yang dapat diharapkan, yaitu biomas cacing tanah itu sendiri dan kascing bekas cacing. Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai lumbrichs salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam.

Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya. Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang.

Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal. Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon kumpulan telurmaka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari.

Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap rubellus panen. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. Boleh tahu dong sistem lebih detailnya.

Leave a Reply Batalkan balasan Beritahu saya tanahh tindak lanjut komentar melalui surel.

Last modified: July 20, 2020